5 Gejala Dini Serangan Jantung yang Wajib Anda Tahu

Dalam sekejap, serangan jantung dapat mengancam jiwa. Kenali gejalanya agar lebih waspada!
Penyakit kardiovaskular masih menjadi pembunuh nomor satu di dunia. Dari tahun ke tahun, angka penderita pun terus bertambah, baik pria maupun wanita. Salah satu jenisnya yang mematikan adalah serangan jantung.
Serangan jantung adalah suatu kondisi ketika aliran darah ke jantung tersumbat. Umumnya, hal ini terjadi karena penumpukan lemak, kolesterol, dan substansi lainnya yang membentuk plak di pembuluh darah yang menyuplai darah ke jantung. Pembuluh darah tersebut dinamakan arteri koroner.
Penyempitan pembuluh darah akibat pembentukan plak ini sering dikenal dengan istilah penyakit jantung coroner (PJK). Ketika aliran darah ke jantung terganggu, maka dapat merusak jaringan otot jantung yang berfungsi untuk memompa darah ke seluruh tubuh. Jika kondisi tersebut tidak segera ditangani, tentu dapat mengancam jiwa.
Data WHO tahun 2012 menunjukkan 17,5 juta orang di dunia meninggal akibat penyakit kardiovaskuler, atau 31% dari 56,5 juta kematian di seluruh dunia. Menurut Survei Sample Registration System di Indonesia tahun 2014, PJK menjadi penyebab kematian tertinggi pada semua umur setelah strok. Karena itu, penting untuk mengenali gejala dini serangan jantung dengan baik.
1. Nyeri dada sebelah kiri
Nyeri dada kiri merupakan gejala khas dari serangan jantung. Biasanya nyeri dada ini terasa seperti ditindih benda berat, diremas, ditekan, atau rasa penuh di belakang tulang dada, yang berlangsung selama beberapa menit.
Sering kali nyeri dada tersebut menjalar ke area leher, rahang bawah, lengan kiri, punggung, atau ulu hati. Pada beberapa penderita, gejala yang dirasakan hanya dada terasa tidak enak.
2. Sesak napas
Keluhan yang umum saat serangan jantung terjadi adalah sesak napas. Seseorang yang mengalami serangan jantung akan merasa sulit bernapas. Keadaan ini dapat terjadi akibat jantung gagal untuk memompa darah ke seluruh tubuh sehingga bisa terjadi penumpukan darah di paru-paru.
3. Keringat dingin
Berkeringat dingin dapat dialami oleh seseorang yang mengalami serangan jantung. Apalagi jika keringat tersebut muncul saat sedang tidak berolahraga atau aktif. Tangan biasanya juga terasa dingin. Harap waspada jika keringat dingin ini diikuti dengan gejala serangan jantung lainnya seperti nyeri dada, sesak napas, pusing, dan sebagainya.
4. Nyeri perut
Seseorang yang mengalami serangan jantung juga dapat merasakan nyeri perut di area ulu hati. Nyeri perut tersebut dapat disertai dengan gejala bersendawa. Kadang keluhan ini sering disalahartikan sebagai gejala mag, padahal merupakan serangan jantung. Untuk itu, perlu pemeriksaan dokter yang lebih spesifik untuk mendiagnosisnya.
5. Mual dan muntah
Mual dan muntah dapat dialami oleh seseorang yang mengalami serangan jantung. Walaupun gejala ini jarang ditemui saat serangan jantung, faktanya wanita lebih sering merasakannya ketika serangan jantung dibandingkan pria.
Demikian beberapa gejala dini serangan jantung yang harus Anda kenali. Kecepatan deteksi dan ketepatan penanganan sangat berperan dalam keselamatan jiwa seseorang yang mengalami serangan jantung. Ini karena serangan jantung merupakan kondisi gawat darurat dan harus segera memerlukan pertolongan medis.
Jika Anda menemukan gejala-gejala di atas pada seseorang, lebih baik segera bertindak dengan membawanya ke unit gawat darurat terdekat. Untuk menghindari serangan jantung kembali, penting untuk melakukan perubahan gaya hidup dan menerapkan perawatan rumahan yang baik.
Sumber : www.klikdokter.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*